March 14, 2019

Kejahatan Yang Dibungkus Kebenaran (Hiduplah Mulia Atau Mati Syahid)

Hiduplah Mulia Atau Mati Syahid

Kejahatan Yang Dibungkus Kebenaran (Hiduplah Mulia Atau Mati Syahid) - Semua orang ingin hidup mulia, dan mati masuk surga, tapi bagaimana kita akan mewujudkannya? jika tidak mengetahui maksud dari kalimat tersebut. Bahkan kalimat tersebut sudah menjadi slogan militansi bagi sebagian golongan.

Artian ngawur kalimat tersebut pernah digunakan pada saat era Khalifah Ali Bin Abi Thalib (menantu Rasulullah) oleh para demonstran yang tidak setuju dengan Putusan hukum sayyidina Ali yang dinilai sebagai produk manusia. Para demonstran menuntut penerapan hukum Allah (Tidak ada hukum kecuali hukum Allah). Tuntutan tersebut di jawab oleh sayyidina Ali dengan pernyataan "Kata indah, tetapi dengan tujuan yang sesat".

Sikap suami sayyidah fatimah ini merupakan sikap membangun kewaspadaan agar umat islam jangan sampai terjebak dengan slogan-slogan yang kelihatan "indah" tetapi dijadikan alat untuk menebarkan tindakan anarkis. Ayah sayyidina Hasan - Husein ini memperingatkan : Janganlah melakukan kejahatan kemanusiaan dengan perisai "atas nama Tuhan". Pada akhirnya sayyidina ali terbunuh oleh para "jihadis" dengan mengatasnamakan "penerapan hukum Allah".

Seperti yang terjadi saat ini, banyak sekali orang ataupun golongan yang menggunakan jargon agama untuk membenarkan "Khayalan kebenaran" mereka dengan melakukan kekerasan (kejahatan kemanusiaan).

Sebenarnya akan lebih baik memaknai kalimat Hiduplah mulia atau mati syahid dengan tindakan membela Kebenaran dengan tulus dan ikhlas hanya demi kebenaran tersebut, pastilah akan bisa diterima oleh dunia bahkan langit.

Sebaliknya ketika membela atau melakukan kebenaran dengan tujuan nafsu pribadi atau golongan pastilah akan menimbulkan keburukan. seperti halnya yang terjadi pada sayyidina Ali yang terbunuh oleh demonstran yang membungkus niat jahatnya dengan ayat-ayat Alqur'an.

Logikanya jelas, Sahabat sekelas Sayyidina Ali Bin Abi Thalib pasti akan bisa menerima sebuah kebenaran jika memang itu sebuah kebenaran absolut, bukan tujuan-tujuan tersembunyi yang dibungkus dengan kebenaran.

Jangan percaya pada siapapun yang membawa jargon agama untuk saling membenci sesama manusia. Bencilah kezalimannya bukan manusianya. Yang akhirnya bisa membuat kita menghakimi orang lain yang bukan golongan kita tanpa berpikir panjang.

Untuk Dihormati, Tak Perlu Bersusah-payah Bikin Aturan ! Tunjukan Saja Perilaku Terhormat.

Mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta'ala meningkatkan kebijaksanaan kita, karena kebijaksanaan sangat dibutuhkan dalam menghadapi setiap permasalahan, yang mungkin tidak ditemukan jalan keluarnya menggunakan hukum yang berlaku. Mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan, semoga bermanfaat.

0 komentar

Post a Comment