February 14, 2019

Sekilas Tatap Mata (Kita Hanya Sebentar)

Kita Hanya Sebentar - Photo by Everton Vila on Unsplash

Sekilas Tatap Mata (Kita Hanya Sebentar) - Aneh memang, mencintai tanpa saling mengenal, aku tak mengetahui namamu begitupun kamu yang tidak tahu namaku.Tapi aku sungguh mencintaimu, meskipun aku tak pernah mengungkapkannya pada saat itu, aku tak cukup punya keberanian untuk mengucapkannya, karena kamu terlalu cantik dan indah bagiku.

Sebenarnya aku juga yakin bahwa kamu juga memiliki rasa yang sama seperti diriku, sebagai laki-laki aku bisa melihat sorot mata seorang wanita yang sedang mencinta. Tapi aku juga tahu permpuan pastilah memiliki rasa malu yang lebih tinggi dari laki-laki. Dan bodohnya aku yang tak pernah berusaha mencarimu.

Setelah beberapa tahun akhirnya tanpa sengaja kita bertemu lagi walau hanya dalam sosial media, tapi aku sangat bahagia, ketika kamu memanggilku di messenger, waktu itu aku juga masih belum tahu nama asli kamu, tapi dari wajahmu yang ayu aku tahu itu kamu. Hanya beberapa hari kita ngobrol tanpa "Sekilas bertatap mata" seperti waktu dulu, tapi aku sudah sangat bahagia.

Obrolan di messenger yang indah, aku masih ingat kamu mengatakan "kenapa kamu nggak mencariku mas?" aku jawab "kamu terlalu cantik dan membuatku tidak percaya diri"  lalu kita saling banyak cerita tentang diri kita masing-masing, bahwa kita sudah saling memiliki pasangan hidup.

Di messenger itu aku juga mendapatkan kepastian dari keyakinanku bahwa kita saling mencintai, kamu menjawab "Sama persis dengan apa yang kamu rasakan ... Cuma aku cewek harus bisa menahan rasa" setelah sebelumnya aku menanyakan "apakah kamu mencintaiku dulu ? sewaktu kita hanya sekilas bertatap mata tanpa saling mengenal satu sama lain" bahagia sekali. Lalu kita saling berkenalan di kotak masuk messenger, aku memberitahukan namaku dan kamu juga memberikan namamu, setelah beberapa tahun silam kita saling mencintai.

Tapi pembicaraan di sosmed tidak bertahan lama, aku mungkin egois ketika kamu tidak pernah membalas pesanku, atau membalas "sekenanya" saja. Aku tidak berpikir mungkin ada kerepotan atau beban yang sedang kamu alami, lalu aku yang sensitif akhirnya merasa kamu memang sudah tidak ingin lagi berhubungan denganku. Lantas aku memutuskan menahan keinginanku untuk mengirim pesan pada kamu. dan menyerah untuk kedua kalinya.

Bagaimana ini tidak menyakitkan, saat aku tak bisa bercanda dan berbagi kebahagian dan kesedihan lagi denganmu, setelah sekian tahun lamanya kita tak "sekilas bertatap mata" bahkan sampai saat ini.

Kemana perginya rasa cinta dalam dirimu ? Yang tercipta hanya dari "sekilas bertatap mata" tanpa mengenal satu sama lain.

Kita bahkan baru berkenalan beberapa hari ini, setelah sekian tahun saling mencintai tanpa saling mengenal.

Akhirnya aku menyesal karena harus berkenalan, yang akhirnya membuat rasa "berdebar saat hanya sekilas bertatap mata" hilang dari dirimu.

Yang indah menghilang berganti gelap. Hati yang berisi berganti kehampaan. Kita hanya sebentar.
Berkali-kali Kau mengatakan ingin menghilang, tapi aku melarangmu, Hari ini aku baru menyadarinya, dan dengan terpaksa membiarkanmu menghilang bersama lembayung senja.

Tapi setidaknya aku sudah bahagia akhirnya menemukanmu meski tanpa "sekilas bertatap mata". Terima kasih sudah mengizinkan aku menghubungimu, meski hanya sebentar.

Selamat tinggal

1 comment:

  1. numpang share ya min ^^
    bosan tidak tahu harus mengerjakan apa ^^
    daripada begong saja, ayo segera bergabung dengan kami di
    F*A*N*S*P*O*K*E*R cara bermainnya gampang kok hanya dengan minimal deposit 10.000
    ayo tunggu apa lagi buruan daftar di agen kami ^^
    || WA : +855964283802 || LINE : +855964283802 ||

    ReplyDelete