February 4, 2019

Bolehkah 'Ingin' Mati Syahid Dalam Peperangan ?

Perang di jalan Allah bukan hanya untuk mati syahid

Bolehkah 'Ingin' Mati Syahid Dalam Peperangan ? - Hampir semua orang islam mendambakan mati dalam keadaan syahid, karena orang islam sangat yakin bahwa setelah kehidupan di dunia ini ada kehidupan yang "abadi" yaitu kehidupan di akhirat. Dan juga dikabarkan bahwa orang yang mati syahid akan masuk surga.

Dalam sebuah Jihad (berjuang) membela Agama Allah, apakah dibenarkan orang yang ingin cepat-cepat mati syahid (mati dikarenakan dibunuh oleh orang kafir dalam peperangan membela agama Allah SWT).

Dicontohkan dalam sebuah peperangan orang islam berjumlah 500 orang pasukan, dan orang kafir berjumlah 1000 orang pasukan, karena yakin jika mati syahid akan langsung masuk surga, akhirnya banyak orang islam (dengan hayalan kenikmatan surga) ingin buru-buru masuk surga dengan menyegerakan ingin mati syahid (dibunuh oleh orang kafir.)

Ketika seorang muslim egois dengan ingin cepat-cepat dibunuh oleh orang kafir, berarti secara tidak langsung sudah melemahkan pasukan islam yang berkurang 1 orang, bayangkan jika ada 100 orang yang egois dengan ingin cepat mati syahid.

Menurut Syekh Nawawi al-Bantani (seorang ulama Indonesia bertaraf Internasional yang menjadi Imam Masjidil Haram. Beliau bergelar al-Bantani karena berasal dari Banten, Indonesia) mati syahid (maqtulal kafir) pada zaman sahabat tidak seperti itu.

Beginilah seharusnya yang dilakukan dalam sebuah peperangan (membela kebenaran) yang bisa menjadi sebab mati syahid seperti era sahabat :

  • Harus memiliki semangat dan berusaha membunuh lawan sebanyak-banyaknya, meskipun dalam proses itu akhirnya terbunuh.

  • Berusaha untuk tidak terbunuh meskipun jika terbunuh surga adalah balasannya, karena jika sampai cepat-cepat terbunuh pastilah kekuatan islam berkurang yang berarti telah melemahkan pasukan islam dengan meninggalkan mereka dalam peperangan.

  • Dulu Rasulullah dan sahabat berperang (membela agama Allah Subhanahu Wa Ta'ala) ingin menang, bukan sekedar ingin mati syahid.

Jika "ingin" cepat-cepat mati syahid dalam peperangan yang jelas-jelas baik saja masih kurang tepat, lantas bagaimana dengan orang yang meledakkan bom bunuh diri tidak dalam peperangan ? Allah maha mengetahui.

Kesimpulannya adalah berperang membela kebenaran hanya karena Allah serta memiliki tujuan memenangkan pertempuran tersebut, kalau akhirnya ditakdir terbunuh insya Allah mati syahid.

Mudah-mudahan sedikit kutipan ini bermanfaat dan bisa meluruskan niat-niat dalam hati yang hanya diketahui oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

0 komentar

Post a Comment