January 18, 2019

Hilangnya Motivasi Kerja Menimbulkan Pola Pikir Instan

Baru-baru ini ditemukan pengemis dengan penghasilan 600ribu sampai 1Juta perhari.Hilangnya Motivasi Kerja Menimbulkan Pola Pikir Instan - Kira-kira apa alasan seseorang menyukai yang serba instan ? Apakah karena praktisnya, atau karena tidak memerlukan banyak usaha, sama saja. Semuanya bisa didapakan dalam waktu yang relatif cepat, tanpa usaha yang berarti dan praktis, Instan.

Sepertinya menyenangkan sekali sesuatu yang instan ini. Tapi kalau saya pikir, banyak sekali hal negatif yang ada pada hal-hal yang berlabel instan.

Pola pikir misalnya, seseorang yang ingin kaya dengan pola pikir instan bisa melakukan apapun, asal bisa cepat kaya (menurut mereka). Seperti yang sedang viral saat ini, Profesi yang hanya mengandalkan belas kasihan orang pun dilakukan, mengemis. Yang ternyata memang bisa dengan cepat mendapatkan uang dengan profesi ini. Dengan penghasilan tidak kurang dari 1 juta rupiah perhari, cukup modal tampang memelas sudah bisa menghasilkan banyak uang, benar-benar praktis.


"Saya tidak mengatakan ini kaya dalam arti sesungguhnya, banyak uang lebih tepatnya, karena kalau seseorang memiliki mental kaya pasti tidak mengemis juga tidak korupsi."


Pola pikir yang demikian, bukan hanya dimiliki oleh profesi pengemis saja, para koruptor yang sudah, akan atau belum tertangkap juga mempunyai pola pikir yang kurang lebih sama, sama-sama ingin mendapatkan banyak uang dengan cara instan.

Bahaya sekali kalau bangsa ini banyak yang berpola pikir seperti itu, tidak lagi menghargai proses usaha, tidak mau bekerja keras, tidak mau memeras otak untuk menghasilkan ide-ide yang lebih inovatif, sementara kita lihat persaingan kerja semakin ketat. Tenaga kerja dari belahan dunia manapun bisa masuk ke negara ini, kalau kita tidak siap mental dan justru berpola pikir instan, apa jadinya negara ini di masa yang akan datang.

Belum lagi pola pikir instan atau ingin cepat kaya yang seperti itu gampang sekali menular, bisa dibayangkan tetangga dari pengemis tadi melihat kekayaan yang didapat dari hasil mengemis ternyata fantastis, maka dia kemungkinan bisa terinspirasi untuk mengikuti, lalu tetangga sebelahnya dan sebelahnya lagi, yang memungkinkan untuk menciptakan desa pengemis, atau bermental pengemis.

Motivasi kerja sebaiknya kita tanamkan dalam diri kita pribadi dan generasi penerus kita dengan memberikan pendidikan bahwa bekerja adalah sebuah kewajiban, dalam arti pekerjaan yang halal, dengan mekasimalkan usaha, kepercayaan diri berinovasi, menggunakan sepenuhnya fungsi otak dan tenaga, menerjang batas, berani bersaing secara sportif, semua itu adalah prosedur yang benar dari sebuah pekerjaan. Kalaupun masih belum menghasilkan materi yang sesuai ekspektasi, setidaknya telah melakukan hal yang baik untuk diri sendiri dan orang di sekitar kita.

Semoga segala usaha dan proses kita mendapatkan keberkahan, terima kasih sudah berkunjung semoga bermanfaat.

Oleh : Laila

0 komentar

Post a Comment