January 23, 2019

Menghujat Dan Menghakimi Orang Lain Tanpa Berpikir

Hampir tanpa berpikir ketika menghakimi orang lain

Menghujat Dan Menghakimi Orang Lain Tanpa Berpikir - Kita selalu hampir tanpa berpikir ketika menghakimi seseorang, ketika "sang pelaku kriminal" bukan keluarga, sahabat atau golongan kita. Sebaliknya kita akan berpikir berkali-kali ketika "sang pelaku kriminal" adalah keluarga, sahabat atau golongan kita.

Sebagian besar mengatakan perilaku tersebut manusiawi, tapi apakah kita akan terus memelihara  kemanusiaan yang seperti itu ?

"Ketika orang yang kita cintai sakit, kita mengatakan itu ujian.
Ketika orang yang kita benci sakit, kita mengatakan itu azab.
Ketika orang yang kita cintai mendapat cobaan, kita bilang karena dia orang baik.
Ketika orang yang kita benci tertimpa musibah, kita mengatakan karena dia zalim."


Hati-hatilah ! Jangan kita mengatur ketentuan Tuhan berdasarkan hawa nafsu kita.

Sejahat-jahatnya manusia, dia adalah Manusia bukan Iblis, pasti ada titik kecil sinyal kebaikan di dalam hatinya, janganlah menghujatnya. Kalau merasa lebih tahu dan ingin berdakwah (amar ma'ruf nahi munkar), dekatilah perbaiki dan perbesar sinyal kecil kebaikan tersebut dengan cara yang baik dan benar. Dengan harapan kita bisa menggambarkan rahmatan lil 'alamin, bukan "rahmat" untuk golongan atau keluarga kita saja.


"Sebaik-baiknya kita, kita dikeluarkan dari sesuatu yang menjijikan. Seindah-indahnya mawar terdapat duri di tangkainya."



Jika masih bernyawa, Seberapapun besar Iman kita, masih beresiko Su'ul Khatimah. Sebaliknya orang tak beriman, masih punya harapan untuk Husnul Khatimah.

Bersikap bijaksana dan arif terhadap semua ( golongan kita dan juga golongan lain ) akan lebih benar, kalau memang salah katakanlah salah, meskipun itu golongan kita sendiri, katakan benar jika memang kebenaran absolut, meskipun itu dibawa oleh bukan golongan kita.

Mudah-mudahan kita diberikan keluasan pemikiran, dibukakan pikiran seperti pikiran-pikiran orang yang Arif, bijaksana dan tegas seperti kebijaksanaan dan ketegasan Sahabat Umar saat menghukum Putranya, Seperti Nabi Ibrahim Alaihis Salam yang ditegur Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan akhirnya tidak berpikir panjang lagi ketika diperintah menyembelih Nabi Ismail Alaihis Salam.

Semoga kita semua meninggal dengan tetap membawa Iman dan Islam. Serta mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat.

0 komentar

Post a Comment