January 6, 2019

Kemana Harus Pergi ? - Dokter, Dukun Atau Kyai

Dokter sedang menjelaskan pada pasien

Kemana Harus Pergi ? - Dokter, Dukun Atau Kyai - Sakit, hampir semua orang pernah sakit, atau mungkin ada yang tidak pernah sakit, fir'aun dikisahkan tidak pernah sakit, sampai-sampai mengaku dia adalah Tuhan. Tapi disini saya tidak sedang ingin membahas fir'aun. Sesuai judul diatas, yang akan saya tulis berikut adalah Kemana harus pergi berobat ketika sakit. Apakah ke Dokter atau ke Dukun mungkin juga ke Kyai.

Biasanya kita menggolongkan orang - orang sakit seperti ini.

  • Jika orangnya berpendidikan perginya ke Dokter saat sakit.
  • Kalau orang sakit "misterius" rata-rata pergi ke Dukun.
  • Orang yang merasa dirinya pandai urusan agama, Kyai adalah solusi pada saat sakit.
Tidak ada yang salah dari ketiga reaksi orang diatas, ada yang ke Dokter, Dukun, juga "sowan" Kyai, bahkan semua itu benar dan wajib. Kemanapun mereka pergi, mereka sedang melaksanakan kewajiban berobat karena sedang sakit. Yang keliru adalah yang tidak berusaha berobat.

Tapi yang saya temui di kehidupan bermasyarakat, mereka bertiga selalu saling menyalahkan satu sama lain.

Yang berpendidikan dan intelek mengkritik yang pergi ke dukun dan kyai, orang sakit kok dibawa ke dukun, jelas-jelas dokter dan tekhnologinya lebih kompeten daripada dukun dan kyai dalam menangani penyakit.

Yang suka ke dukun mengatakan tekhnologi tidak bisa mendeteksi penyakit misterius masih saja dibawa ke dokter, mending ke dukun.

Yang "santri baru" mengatakan berobat kok ke dukun, musyrik ! lebih baik ke kyai kalau kena santet atau pelet, kalau sakit deman baru ke dokter.

Mungkin anda juga sering menjumpai perbincangan seperti itu dalam kehidupan bermasyarakat, kalau bagi saya pribadi (bukan bermasud menggurui hanya berpendapat) sesuai dengan nurani dan akal saya, dan juga dari kajian-kajian hikmah yang saya dengar,

Apapun sakit yang kita alami kewajiban kita adalah berobat, entah itu ke dokter, dukun atau kyai, kita hanya perlu yakin semua itu hanyalah sarana, dan kesembuhan atau kematian Allah yang maha kuasa yang menentukan.

Ketika kita merasa dokter, dukun atau kyai bisa menyembuhkan, sebaiknya kita merubah pemikiran seperti itu dimulai dari sekarang. Sekali lagi bukan bermaksud menggurui, hanya berbagi. Semoga apa yang saya tulis bisa menjadi inspirasi menuju kehambaan yang lebih baik, mudah-mudahan bermanfaat.

Terinspirasi dari hikayat :
Hubungan Nabi Musa as. dan Allah swt. ( tentang ketika Nabi Musa Sakit gigi )

0 komentar

Post a Comment