January 19, 2019

Apakah Kebaikan Orang Tidak Shalih Sia-sia ?

Jangan putus asa melakukan kebaikan meskipun kita bukan orang Shalih

Apakah Kebaikan Orang Tidak Shalih Sia-sia ? - Pernahkah merasa hampir atau sudah putus asa, Ketika dengan latar belakang buruk, kita yang ingin menjadi baik dengan berbuat kebaikan dan bicara atau menulis tentang kebenaran tapi berakibat banyak orang yang mencibir serta mengabaikannya.

Memang masih banyak orang yang lebih dari kita, berpikiran sempit dan diskriminatif terhadap orang berlatar belakang buruk yang melakukan atau bicara kebaikan, dengan melihat siapa yang melakukan kebaikan, lantas mengabaikan kebaikan yang dilakukannya, padahal mereka mengetahui betul kalimat ini,


"Lihatlah apa yang diucapkan, jangan melihat siapa yang mengucapkan"


Mereka seharusnya lebih universal dalam menerima informasi dan pengetahuan, supaya lebih bijaksana dan berimbang dalam menyikapi kehidupan ini. Jadi tidak hanya memilih dan menerima pengetahuan serta informasi dari orang yang disukainya saja.

Tapi jangan berprasangka buruk dulu pada orang baik, karena orang baik memiliki standar kebenaran dengan kompetensi mereka, Kita harus instrospeksi ! mungkin kita belum tulus dalam melakukan kebaikan itu sendiri, karena semua hal yang dilakukan tanpa ketulusan akan sulit menghasilkan sesuatu yang baik. Bahkan ketika kita memilih untuk menghentikan kebaikan yang sudah dilakukan, akan semakin terlihat ketidak tulusan kita dalam melakukannya.

Memang tidak mudah untuk bisa tulus dalam melakukan kebaikan, karena masih tersimpan nafsu dalam diri kita, tapi setidaknya jika terus melakukannya, akan menjadi latihan untuk ikhlas, sederhananya kebaikan yang dilakukan terus-menerus akan menjadi kebiasaan, meskipun bercampur nafsu diawal, tapi karena terbiasa, akhirnya tanpa harapan (modus) saat melakukannya.

Yang harus kita lakukan adalah Tetap optimis dengan tidak mengabaikan kritikan serta cacian orang lain, justru menjadikan itu sebagai "cambukan" motivasi untuk kita selalu berusaha melakukan kebaikan dan berbicara tentang kebenaran dengan lebih baik, apapun hasilnya bukan tanggung jawab kita, serta yakin bahwa setiap usaha kita takkan sia-sia (merujuk pada kisah Abu Thalib Paman Rasulullah yang telah merawat dan membela beliau) Setidaknya kebaikan itu akan berakibat pada diri kita sendiri. Akibat yang paling kelihatan adalah kita tidak menjadi orang yang putus asa.

Mungkin tulisan ini terlihat seperti curhat, atau mungkin ada yang "terwakili" dengan tulisan ini, Semoga bisa jadi inspirasi dan motivasi, terima kasih sudah bersedia berkunjung dan membaca, semoga perspektif kita diluaskan sehingga kebijaksaan bertambah dalam diri kita, juga semoga bermanfaat.

0 komentar

Post a Comment