January 2, 2019

Jawaban Mengejutkan Dari Seorang Ibu Muda Yang Gemar Belanja Dan Sedekah

Tempat belanja pakaian, kosmetik dan fashion lainnya

Jawaban Mengejutkan Dari Seorang Ibu Muda Yang Gemar Belanja Dan Sedekah - Jika mendengar kata "belanja" apa yang terlintas di fikiran anda ? Kalau saya langsung ingat wanita, "mall", pasar, toko sepatu, toko pakaian. karena menurut saya hampir semua wanita gemar belanja, mungkin juga istri anda, lantas apa yang memotivasi seorang perempuan lebih senang belanja di mall daripada pergi ke pantai ?

Alasan mereka hampir sama, wanita lebih menyukai melihat juga menyentuh dan ingin membeli barang-barang yang dijual di mall daripada menunggu tas dan bawaan di pantai, begitulah wanita. Tapi disini saya tidak akan membahas tentang kegemaran wanita berbelanja. Tapi saya akan membahas bagaimana jawaban seorang wanita yang akhirnya membuka mata dan fikiran saya tentang harta (uang).

Hal ini bermula ketika saya sering sekali melihat seorang wanita yang hoby belanja dan bersedekah, Karena begitu sering melihat orang ini membeli pakaian, sepatu, kosmetik dan kebutuhan kewanitaan lainnya, dan juga sering melihat orang ini loyal pada orang lain serta temannya, anaknya dan juga suaminya.

Akhirnya saya memberanikan diri bertanya kepada perempuan itu, pertanyaan saya sederhana, "Apa yang membuat anda begitu sering belanja pakaian dan lain sebagainya ? Seolah anda menikmati sekali hidup ini." Saya mengira dia akan menjawab "Karena saya punya uang" ternyata fikiran saya salah.

Beliau menjawab dengan "enteng" (ringan) "Karena saya merasa uang ini bukan milik saya, juga bukan milik suami saya. Uang atau harta ini titipan yang boleh digunakan serta dimanfaatkan, lantas kenapa kita harus membiarkannya tersimpan di dalam dompet, atau di kartu ATM, yang akan menghambat dan mempersempit kemanfaatannya. bukankah segala sesuatu itu lebih baik bermanfaat daripada tidak dimanfaatkan."

Sungguh jawaban itu mengagetkan saya, karena dari segi Ekonomi dan juga Agama, jawaban itu mengena pada keduanya. Dari ekonomi jelas-jelas bagus, karena semakin banyak uang berputar semakin ekonomi meningkat, Bank saja berani membuka cabang di tingkat kecamatan setelah "mensurvey" seberapa besar perputaran uang di kecamatan tersebut.

Dari sudut pandang agama lebih bagus lagi, keyakinan yang begitu kuat bahwa semua yang saat ini kita merasa memilikinya itu adalah titipan Allah SWT. bukankah jarang sekali kita ingat akan hal itu, atau mungkin ingat tapi lupa mengaplikasikannya dalam kehidupan kita.

Jadi inti dari cerita tersebut, jangan terlalu berlebihan mengatur keuangan, selain karena Kekayaan adalah Pemberian Allah bukan Hasil kerja kita, tapi juga karena "orang kaya" dan "orang banyak harta" itu juga berbeda, lantas apakah kita ingin jadi orang kaya, atau orang banyak harta ? Perempuan di atas adalah contoh orang kaya.

Bukan maksud saya menghakimi orang lain atau menggurui, murni yang saya tulis disini adalah keinginan berbagi pada pembaca tentang apa yang saya temui dalam kehidupan. terima kasih bersedia membaca coretan saya, semoga bisa menginspirasi kita untuk menyadari banyak hal yang mungkin belum kita sadari, dan semoga bermanfaat.

0 komentar

Post a Comment