January 7, 2019

Filosofi Gulungan Ombak Di Tepi Pantai

Gulungan di tepi pantai yang terbentuk dari ombak yang datang dan pergi

Filosofi Gulungan Ombak Di Tepi Pantai - Gulungan ombak yang terlihat di tepi pantai, itu terjadi akibat pertemuan dua arah yang berlawanan antara air laut yang lari meninggalkan pantai dengan air laut yang ingin segera menyapa pantai.

Akan banyak pengetahuan yang datang ke diri kita, kalau kita bisa memberi kesempatan untuk menerimanya, walaupun itu bertentangan dengan pengetahuan kita yang sudah ada.

Bukan untuk membandingkannya, apalagi mengalahkannya. yang bisa kita lakukan adalah menyesuaikan dan menyelaraskan antara yang lama dan yang akan datang.

Ombak yang datang dari tengah laut diibaratkan sebagai pengetahuan yang baru, dan ombak yang akan meninggalkan pantai diibaratkan sebagai pengetahuan yang lama.

Terkadang kita memang belum memahami suatu pengetahuan dengan sepenuhnya, sehingga seringkali membantah pengetahuan baru yang datang atau bahkan pengetahuan yang sama yang sudah melekat dalam akal kita yang menimbulkan gejolak untuk menolak dan menyangkalnya.

Pengetahuan yang menimpa diri kita secara berulang-ulang tujuannya sama, tapi dalam bentuk dan wujud yang berbeda-beda, kadang kecil kadang besar, kadang halus kadang juga kasar, karena Tuhan maha mengetahui kapasitas diri kita, semua itu yang akan membuat kita lebih bijaksana jika bisa menyelaraskannya, atau membuat kita semakin bergejolak jika keegoisan kita menolaknya.

Untuk menerima pengetahuan yang datang ke diri kita, yaitu dengan membei ruang dan menaruh pengetahuan lama kita sedikit dibawah pengetahuan yang baru. Seperti hal nya pantai yang selalau memberi ruang pada ombak yang datang dan mengembalikan ombak kembali kelaut dengan pelan serta berada sedikit dibawah ombak yang datang.

Itulah filosofi "Gulungan Ombak Di Tepi Pantai" yang bisa saya jabarkan dengan segala keterbatasan pengetahuan yang diberikan Tuhan pada saya. Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi  untuk semua pembaca setia blog Lembayung Senja ini dalam menerima pengetahuan baru. Juga semoga bermanfaat.

Dikutip dari Status Muhammad Sihabuddin

0 komentar

Post a Comment