January 17, 2019

Alasan Seorang Ayah Harus Menghormati Anaknya

Apapun dilakukan seorang ayah demi kebahagiaan anaknya

Alasan Seorang Ayah Harus Menghormati Anaknya - Sebagai penjaga toko, saya menjumpai banyak orang dengan karakter berbeda-beda. Pernah saya melihat seorang ayah yang marah-marah karena anaknya yang masih kecil meminta es krim, alasannya karena baru saja dibelikan "jajan" (snack) di pasar. Bahkan ayah tersebut sampai mengancam membuang apa yang sudah dibeli di pasar itu, jika anaknya memaksa meminta es krim.

Jangan sampai kita menyesal di lain waktu, karena telah menghardik anak yang hanya meminta es krim bukan karena tidak melaksanakan sholat. Kalau memang uang kita tidak cukup berkatalah yang baik dan santun pada anak kita. 

Untuk apa kita mengumpulkan harta, membanting tulang kerja siang malam, kaki dijadikan kepala, kepala dijadikan kaki. Apakah untuk terlihat kaya didepan orang lain ? Atau untuk membangun rumah mewah, sebagai warisan untuk anak kita kelak yang saat ini masih belum membutuhkannya ?

Kalau memang untuk anak, jawabannya memang terlihat benar, tapi masih kurang tepat, logikanya :
  • Terlihat pelit, kenapa harus menunggu kematian kita baru ingin menyerahkan harta (dalam bentuk warisan).
  • Anak kita belum tentu membutuhkan warisan dari harta yang sudah kita kumpulkan. (banyak anak yang akhirnya tidak menempati rumah peninggalan orang tuanya, atau mungkin harus repot merenovasinya karena modelnya sudah tidak sesuai yang diinginkan).
  • Resiko jadi konflik saat kita sudah meninggal, (banyak kejadian anak yang saling berebut warisan).
  • Jika memberikannya sewaktu masih hidup saat anak membutuhkan, secara psikologis anak terdidik untuk menjadi pribadi yang dermawan (perilaku sehari-hari yang kita pertontonkan pada anak otomatis akan tertanam dalam diri mereka).
Kita lupa bahwa anak adalah amanah, anak merupakan penerus kita ketika meninggal kelak, anak adalah cerminan diri kita, tergantung seberapa sering kita menampilkan perilaku baik atau buruk yang akan "dicopy" oleh anak, sederhananya, Anak berperilaku sebagaimana ia diperlakukan.seharusnya kita menghormati (kreativitas, imajinasi, dan juga keinginan baik) anak, karena dengan menghormati anak, kita menghormati diri kita sendiri.

Menjadi ayah yang bekerja sekuat tenaga, ayah yang melindungi, ayah yang rela dihina dan tidak dihormati orang lain, hanya untuk membuat anak kita tersenyum. Dengan begitu rasa hormat anak dan istri kita akan tercipta dengan sendirinya, bahkan secara tidak langsung kita telah mendidik anak agar berbuat seperti apa yang kita lakukan kelak.

Itulah sedikit cerita dari saya yang juga seorang ayah, mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi ayah-ayah yang lain untuk lebih bijak. Kritik dan saran selalu kami terima dengan tangan terbuka, melalui kolom komentar atau halaman Contact Us  dan terimakasih telah berkunjung, semoga bermanfaat.

0 komentar

Post a Comment