January 16, 2019

Arti Kesuksesan Dan Bagaimana mewujudkannya

Orang sukses selalu digambarkan kemeja, berdasi dan jas mahal

Arti Kesuksesan Dan Bagaimana mewujudkannya - Kebayanyakan dari kita masih beranggapan bahwa seseorang dianggap sukses ketika dia kaya, sudah mempunyai harta yang melimpah, memiliki rumah indah, mengendarai mobil mewah dan sederet benda-benda bernilai mahal lainnya. Hanya sebatas pandangan tidak mengetahui pasti seperti apa kehidupan sebenarnya orang yang dianggap sukses tersebut.

Banyak kasus dimana harta justru bisa menyeret pemiliknya ke jalan yang salah dan juga rumit, seperti kasus prostitusi online artis senilai 80 Juta rupiah yang ramai diperbincangkan baru-baru ini, bagaimana bisa orang tersebut dikatakan sukses dengan bergelimangnya harta sihingga mampu membeli artis untuk tidur dengannya. Hal semacam ini disebabkan oleh ketidakmampuan pemilik dalam mengelola hartanya.

Juga banyak kita lihat kasus pertikaian yang bahkan berujung kasus pidana diantara anggota keluarga yang juga disebabkan perebutan harta warisan. Kalau sudah begitu apa setiap yang mempunyai banyak harta bisa dikatakan sukses ?

Coba kita bandingkan dengan seseorang yang memegang teguh prinsip kebenaran, menanamkan kejujuran dalam menjalani kehidupan dan mendidik keturunanannya untuk meneladani sikap hidupnya. Meskipun hartanya tidak seberapa tapi bisa dipastikan ketenangan lahir batin yang akan selalu didapatkan, anak-anak yang berbakti dan membahagiakan serta menjadi manfaat bagi orang lain, menurut saya itulah kesuksesan sebenarnya.

Dengan demikian, kecerdasan intelektual dan moral yang benar lebih bisa mempengaruhi tingkat kesuksesan seseorang, kecerdasan seseorang dalam menyikapi permasalahan hidupnya dengan mencari solusi terbaik. Juga kecerdasan seseorang dalam mengelola harta yang dimilikinya sehingga bisa mencukupi kebutuhan dan persiapan masa depan. Moral atau akhlaq yang benar disertai kecerdasan dalam menghindari pengaruh-pengaruh buruk dalam hidupnya, pengaruh buruk yang dibungkus sedemikian rupa hingga hampir menyamai kebajikan.

Jadi jika kesuksesan hanya dimaknai kekayaan tanpa diiringi kemampuan intelektual dan moral yang benar, merupakan penilaian "picik" dan sesaat. Penilaian dari orang yang hanya berpikir instan dan mudah terpengaruh, tanpa prinsip, juga tanpa pengetahuan yang mendalam.

Itulah sedikit pengetahuan yang bisa saya bagikan di blog Lembayung Senja ini, semoga bisa menjadi renungan juga inspirasi untuk semua, dan semoga bermanfaat.

Oleh : Laila

0 komentar

Post a Comment