January 20, 2019

Lihat Slip Gaji Anda ! Apakah Pekerjaan Sudah Sesuai Pendapatan ?

Pekerjaan harus sesuai dengan gaji ( upah ) yang diterima.

Lihat Slip Gaji Anda ! Apakah Pekerjaan Sudah Sesuai Pendapatan ? - Rezeki orang berbeda-beda, ada yang lapang ada yang sempit, demikian juga dengan Gaji masing-masing orang, karyawan yang mempunyai jabatan tinggi dalam sebuah perusahaan kemungkinan besar memiliki gaji lebih besar daripada karyawan dengan jabatan dibawahnya, dan hal itu terlihat wajar bagi semua orang.

Kalau ada karyawan yang memiliki jabatan lebih rendah tapi memilki pendapatan yang lebih besar dari karyawan yang mempunyai jabatan lebih tinggi mungkin dia memiliki usaha sampingan, bisnis online yang bisa dikerjakan sambil bekerja di perusahaan, atau kerja sampingan lainnya.

Karakter manusia berbeda-beda ada yang sudah merasa cukup dengan gaji mereka dengan menyadari pekerjaan yang dilakukannya, ada yang berdemo karena merasa gaji yang diterima tidak sesuai dengan pekerjaan yang dia lakukan. Dari keduanya bisa disimpulkan siapa yang lebih bersyukur.

Semua orang yang bekerja dan menghasilkan pendapatan, biasanya melakukannya demi memenuhi kebutuhan keluarga mereka, atau mungkin yang masih bujangan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri atau orang tua mereka. Disadari atau tidak uang gaji kita yang dinikmati dan menjadi sumber kehidupan keluarga kita akan menimbulkan efek pada perilaku dan akhlaq anak-anak dan istri-istri kita.

Banyak orang sepakat ketika keluarga kita dan kita sendiri makan dari penghasilan yang halal, Insya Allah akan menimbulkan kebaikan dan ketentraman pada diri dan keluarga kita, meskipun terkadang jumlah nominalnya tidak seberapa. Sebaliknya jika sumber penghasilan kita kurang bersih, maka akan menimbulkan efek yang kurang baik juga, meskipun mungkin jumlah nominalnya besar.

Mungkin ada yang mengatakan "saya bekerja di kantor sebuah perusahaan yang resmi dan memproduksi barang-barang yang legal, tapi kenapa tidak menemui ketentraman dalam keluarga". Sebenarnya banyak faktor yang mempengerahui ketentraman sebuah keluarga, dan apa yang kita makan juga salah satu faktor tersebut.

Dan ketika faktor selain gaji sudah benar, tapi masih tidak menemui ketentraman, mungkin kita harus melihat lagi slip gaji kita, sudah sesuaikah pekerjaan yang dilakukan dengan gaji yang diterima.

Renungkan kembali jangan-jangan gaji kita terlalu besar untuk ukuran pekerjaan yang tidak seberapa berat tanggung jawabnya, atau kita sering meninggalkan pekerjaan kita (istilah sekarang makan gaji buta) tapi masih mendapatkan gaji yang sama ketika kita bekerja dengan sesungguhnya. Yang tanpa disadari menyebabkan sebagian gaji yang terlalu besar itu menjadi bukan hak kita. Jika memang ternyata gaji kita terlalu besar, kita bisa menguranginya dengan sedekah pada orang yang lebih membutuhkan.

Sepatutnya kita harus hati-hati dengan sumber pendapatan kita, meskipun nampak halal, tapi ketika kita tidak melakukan pekerjaan itu sesuai dengan gaji yang diterima, hal itu akan menjadikan sebagian uang kita secara otomatis menjadi hak orang lain. Seperti syair yang indah dari Imam Asy-Syafi'i berikut ini.

"Dia mengumpulkan yang haram
Untuk masuk kepada yang halal
Dia kira supaya menjadi banyak

Padahal merusak"

Kesimpulannya, marilah bekerja sesuai dengan prosedur dan tanggung jawab yang senilai dengan gaji yang kita terima, Rezeki bukanlah sekumpulan angka-angka, rezeki dihitung dengan lapang dan sempit bukan nominal seperti uang. Rezeki adalah pintu masuk keberkahan yang dicurahkan pada hati yang terlatih untuk berbahagia.

Semoga bisa menjadi motivasi untuk kita semua menuju fase tua yang lebih bermakna, mudah-mudahan bermanfaat.

0 komentar

Post a Comment