January 21, 2019

3 Cara Islami Menyikapi Informasi

3 Cara Islami menyikapi informasi di media sosial

3 Cara Islami Menyikapi Informasi - Betapa Akademiknya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Suatu ketika ada seorang sahabat, dia perang atau ditugaskan mendampingi Rasulullah, sahabat tersebut bernama Muhallam bin Jassamah, Dalam perang tersebut Muhallam membunuh seseorang yang bernama Amir bin Azbad yang terdesak dan sudah mengucapkan kalimat Tauhid ( Laa Ilaha Illallah ).

Kemudian Muhallam ditanya Rasulullah "Kenapa kamu bunuh Amir padahal dia sudah melafazkan Lailaha Illallah ?" Muhallam menjawab "Karena dia mengucapkannya dengan terpaksa atau ingin berlindung dari serangan kita" Kemudian Nabi yang tidak mudah terpancing emosi, berkata pada Muhallam "Bedahlah perutnya dan lihat isi hatinya seperti apa" Dengan nada membantah Muhallam menjawab, "Ya Rasulullah kalau saya bedah perutnya apakah saya akan tahu isi hatinya ?"

Kemudian Rasulullah menjawab, "Meskipun Kamu bedah, kamu tetep tidak akan tahu isi hatinya" bertanyalah Muhallam "Lantas kenapa engkau menyuruh untuk membedah ya Rasullullah, kalau memang saya tetep tidak akan mengetahui isi hatinya ?" Jawaban Rasulullah unik "Makanya kamu itu "sembrono", gegabah sekali, Kamu itu orang aneh ! sudah tahu  tidak mungkin mengetahui isi hatinya, lantas kenapa menerima omongan yang dhohir (terang) pun juga tidak mau, jadi apa kemauan kamu ?" Muhallam terdiam.

Jadilah Muhallam ini dianggap punya 2 kesalahan besar, kesalahan pertama membantah Rasulullah, dan yang kedua membunuh orang yang sudah melafazkan kalimat "Laa Ilaha Illallah - Muhammad Rasulullah", singkat cerita sahabat Muhallam ketika dimakamkan dimuntahkan oleh bumi sampai 3 kali, Kemudian Rasulullah bersabda : Sesungguhnya bumi sering menampung orang yang lebih jelek dari Muhallam, Akan tetapi Allah subhanahu wa ta'ala memberi nasihat supaya kalian semua tidak mengulangi.

Kesimpulannya, Kalimat syahadatain adalah kalimat absolut maksudnya kebenarannya mutlak, kita harus "mengiyakan" sebuah kebenaran meskipun diucapkan oleh orang yang tidak baik.

Maka dari itu kita harus bijaksana dalam menyikapi setiap informasi yang masuk. Berikut ada 3 hal yang harus dilakukan ketika menerima informasi :

1. Menerima dan tidak membantahnya, ketika informasi tersebut bersifat kebenaran  mutlak atau absolut, bahkan ketika dikatakan oleh orang tidak baik. contoh sederhana ketika seorang copet mengatakan 2 + 2 = 4, seorang rektor pun tidak boleh membantahnya dan akan mengatakan yang sama.

2. Menjawabnya dengan Cepat, ketika informasi itu dalam situasi atau bersifat genting. Seperti zaman perang uhud, ada isu (informasi) bahwa Rasullullah terbunuh atau dibunuh, yang menyebabkan kabar tersebut melemahkan Muhajirin dan Ansor. Lantas Rasulullah memerintahkan Sahabat Umar untuk menjawab berita itu dengan mengumumkannya pada semua orang bahwa Rasulullah masih hidup.

3. Tidak perlu menjawabnya, ketika Informasi tersebut belum jelas kebenarannya bisa jadi hoax atau kebohongan. Contohnya sebenarnya kita tidak pernah yakin dengan berita yang ada di media sosial jadi diam akan lebih baik.

Itulah yang harus dilakukan oleh muslim dan muslimah ketika mendapatkan sebuah informasi, semoga cerita dan kutipan ini bermanfaat.

0 komentar

Post a Comment