December 22, 2018

Saat Kebenaran Datang Dari Orang Yang Kita Benci

Kyai dan juga Budayawan yang memiliki pemikiran universal

Saat Kebenaran Datang Dari Orang Yang Kita Benci - Rasa suka yang berlebihan pada sesuatu bisa mengakibatkan hal yang kurang baik, pun rasa percaya yg berlebihan, bisa menimbulkan kebencian pada hal yang lain, yang berbanding terbalik dengan hal yang di sukai.
Suka pada seorang tokoh misalnya, yang kebetulan pemikiran, pribadi dan tingkah lakunya sesuai dengan pendapat seseorang, bisa jadi si orang tersebut bisa sangat menyukai tokoh tersebut, memuji, menjunjung, membenarkan setiap apa yang keluar dari sang tokoh, meskipun kadang tidak sesuai dengan norma dan hukum. Dalam level ini seseorang bisa menjadi fanatik. Dalam tingkatan yang lebih tinggi lagi bisa saja seseorang menyerang pendapat orang lain yang tidak sependapat dengan tokoh idolanya. Merendahkan dan menghina pendapat orang lain yang tidak sama dengan sang tokoh, lalu "membully" bahkan sampai menyerang pribadi lawan.

Sangat disayangkan kalau yang bertentangan pendapat itu justru adalah orang-orang dekat, keluarga, sahabat, tetangga terdekat, yang kemudian menjadi renggang atau bahkan putus tali silaturrohim antar saudara hanya karena sifat egois yang tertuang dalam bentuk fanatik.

Karena fanatik itu juga seseorang bisa beranggapan bahwa dirinya dan hal yang difanatikkan adalah yang paling benar, selain itu salah. Padahal kebenaran sudah punya acuan, apa yang termaktub dalam Alqur'an adalah sumber kebenaran.dengan terjemahan dan tafsir dari para ulama tafsir yang bersambung dengan ulama sebelumnya, sebelumnya lagi dan akhirnya bersumber pada masa baginda Nabi Muhammad saw. Bukan tafsir yang seenaknya disampaikan, disesuaikan dengan kebutuhan seseorang / kelompok yang kadang justru menyimpang dari aturan agama.

Jadi kebenaran bisa datang darimana saja, bahkan dari orang lain yang kita anggap lawan. Membuka pikiran akan membuat kita lebih arif dan bijak dalam menyikapi perdebatan dalam perbedaan pendapat. Tak perlu menjadi fanatik pada hal yang bersifat keduniawian, berpegang teguh pada prinsip agama, karena semua yang di dunia ini bisa berubah.

Semoga apa yang saya tulis ini bermanfaat dan bisa menjadi koreksi untuk diri kita, kita juga bisa lebih arif dan universal ketika menerima informasi.

Ditulis Oleh : Laila

0 komentar

Post a Comment