December 27, 2018

Pedoman Penghayatan Dan Pengamalan Pancasila Yang Terlupakan

Lambang Negara Indonesia

Pedoman Penghayatan Dan Pengamalan Pancasila Yang Terlupakan - Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, Sila Ketiga Butir Pertama yang berbunyi
"Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan."

Dulu waktu sekolah dasar, setiap pagi sebelum masuk kelas setiap murid secara bergiliran di wajibkan menghafal butir-butir Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Tak terkecuali saya, ada baiknya juga peraturan itu. Jadi setiap murid sedikit banyak bisa hafal makna yg terkandung dalam pancasila.

Salah satu butirnya menyebutkan tentang mengutamakan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi atau golongan. Dalam hidup berbangsa dan bernegara, butir-butir P4 bisa menjadi semacam pegangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Pengamalan dari butir-butir tersebut bisa menjadikan kehidupan bernegara yang mencerminkan pancasila sebagai dasar negara.

Tapi alih-alih mengamalkan, generasi masa kini mungkin bahkan tidak tahu apa itu butir-butir dalam P4. Butir yang saya sebutkan di atas misalnya. bisa kita lihat dalam proses  pilkada, pemilihan anggota legislatif atau pemilihan-pemilihan posisi penting di negeri ini. Semua berlomba untuk memperjuangkan kelompoknya, golongannya, etnisnya atau bahkan pribadinya.

Di lingkup kecil "pilkada" misalnya, paslon dengan integritas tinggi, kejelasan visi misi serta kemampuan memimpin yang sudah teruji bisa di kalahkan oleh paslon yg biasa saja tapi didukung oleh petinggi-petinggi ormas terkemuka. Perjuangan di segala tingkat pun bukan lagi untuk memajukan daerah tersebut, tapi demi keunggulan ormas. mereka tidak peduli lagi mau di bawa kemana kebijakan daerah, kemana akan bermuara aset-aset penting daerah, bahkan kalau bisa mereka mendapat hasil bagi dana daerah dan masuk dana pribadi.


Mental seperti itu banyak sekali bahkan mendominasi di setiap pemilihan, demi golongan, demi partai, demi ormas, menjaga marwah ormas atau apapun dalihnya. mereka tidak lagi memandang kepentingan bersama atau kepentingan daerah.

Hal seperti ini akan terjadi lagi, dan lagi. Di setiap pesta demokrasi. Bahkan mungkin akan semakin menjadi-jadi. Mereka yang memikirkan kepentingan bersama akan "tersingkirkan" atau "disingkirkan" oleh mereka yang ingin mendapat keuntungan pribadi, dan mendudukkan orang-orang dekat di posisi tertentu, meski tidak ada kompetensi dalam bidang tersebut.

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat dan bisa menjadi renungan untuk kita instrospeksi, apakah kita sudah mementingkan Persatuan, Kesatuan dan Keselematan Bangsa diatas Kepentingan Pribadi.


Oleh : Laila

0 komentar

Post a Comment