December 17, 2018

Cara Berfikir Dan Keyakinan Yang Menyinggung Tuhan

Jadi Inspirasi dan motivasi bagi perempuan lainnya

Cara Berfikir Dan Keyakinan Yang Menyinggung Tuhan - Seringkali akal kita berfikir kalau tidak kerja tidak akan punya uang, kalau tidak ada yang beli tidak bisa dapat untung, kalau tidak dapat untung kita akan bangkrut, dan lain sebagainya.

Kita lupa atau memang keyakinan kita pada Tuhan sedang menipis, seperti saya yang sudah berusia 38 tahun, mulai bekerja pada usia 20 tahun ( yang menurut akal bisa menghasilkan uang ), berarti usia 0 - 19 tahun saya tidak bisa makan karena belum kerja dan belum menghasilkan uang. Tapi kenyataannya alhamdulillah saya hidup dan tiap hari makan dan juga sekolah, dan juga membeli jajan.

Satu lagi contoh ketika kita bisa sholat dhuha berfikir bahwa rejeki semakin lapang karena sholat dhuha, kenyataanya dulu belum pernah dhuha juga sudah bisa merasakan kelapangan rejeki. Bukankah dengan berfikir seperti itu kita secara tidak sadar telah menyinggung Tuhan yang telah melimpahkan Air susu Ibu sebelum bayi dilahirkan.
Seharusnya kita berfikir sebaliknya, bersyukur dengan bentuk sholat dhuha, atas rejeki yang sudah datang lebih dulu.

Tapi meskipun begitu tidak dibenarkan berdiam diri dan menganggur, (ongkang-ongkang kaki), apalagi meninggalkan pekerjaan yang sudah kita tekuni. Kita diwajibkan bekerja sekuat tenaga, pikiran dan dengan cara yang benar, dan diwajibkan meyakini bahwa hasil atau apa yang kita peroleh bukan hasil dari bekerja tapi memang Fadhilah dari Tuhan.

Masihkah kita menyekutukan Tuhan ?

Tulisan ini khusus untuk mengingatkan diri saya sendiri yang sering lupa dan mungkin masih berfikir seperti itu. Dan semoga bermanfaat untuk semua yang membacanya. Tidak lupa mohon dikoreksi jika ada kesalahan saya dalam penyampaiannya.

0 komentar

Post a Comment