December 16, 2018

Adil Tidak Harus Sama

Renungan, Bentuknya berbeda tapi memiliki kegunaan yang sama

Adil Tidak Harus Sama

Adil Tidak Harus Sama - Adil, mendapatkan atau membagikan sesuatu dengan jumlah yang sama, itulah  selama ini yang ada dalam "kurikulum" pemahaman kita. Bagi saya pribadi pengertian seperti itu kurang tepat,.Apa yang dititipkan, apa yang menimpa, apa yang terjadi pada diri kita merupakan keadilan yang seadil-adilnya, karena Dzat Yang Maha Adil yang telah menganugerahkannya pada kita.

Lantas bagaimana dengan sedikitnya harta yang dititipkan pada si A ?
Bagaimana dengan banyaknya harta yang dititpkan pada si B ? Dan seterusnya dan seterusnya. Itu juga sudah keadaan kehidupan yang seadil-adilnya.

Sebagai contoh Pedagang besar akan merasa biasa-biasa saja ketika mendapat untung Rp. 100.000, dan coba anda lihat ekspresi pedagang kecil ketika mendapat untung yang sama, bisa dipastikan bahagia tiada tara.
Saat kita mengukur adil dengan materi ( nominal ), Uang Rp.100.000 akan memiliki kadar bahagia yang berbeda, pada masing-masing orang.

Jadi hakikat ADIL tidak harus sama "jumlahnya" tapi sama dalam "rasanya", bagi yang merasa rejekinya sempit, tetaplah bersyukur akan lebih benar dan jangan berkecil hati, karena itulah keadilan dari sang Maha Kuasa.  Masihkah kita merasa tidak mendapat keadilan ?

Itulah pengertian adil menurut saya, semoga bisa menjadi renungan untuk kita semua agar lebih bisa mensyukuri apa yang dititipkan pada kita, amin.

0 komentar

Post a Comment